hari ini setelah pulang dari acara IAD
iseng-iseng ku buka
kembali sebuah buku dimana buku itu adalah buku harian SMA yang biasanya
kutulis berbagai macam hal di wktu masa-masa SMA
"hufth..." aku
menghela nafas sambil tersenyum melihat isi dari buku tersebut "buku ini
adalah buku yang biasanya menemani ku dikala aku ingin sendiri"batinku
dalam hati sebenernya agak alay juga ya ^^
selembar demi selembar
kubuka perlahan,mencoba membaca kembali dengan seksama kata demi kata
bait demi bait dan aku tercengang melihat sebuah halamn yang dimana aku
menuliskan sebuah teriakan,,,jeritan,,, bahkan rintihan,, atau apalah
gini nie tulisannya :)
~20 November 2011~
teruntuk:sahabat-sahabat ku
Aku bukanlah seorang pujangga,serta aku bukanlah seorang musisi yang bisa menyusun kata menjadi alunan musik berirama
Aku bukanlah seorang penyair atau penulis yang merangkai kata demi kata menjadi sebuat bait kata yang penuh makna
tapi,,,
Aku
sengaja menulis ini karna aku adalah salah satu hamba yang dipilih
Allah dari berjuta,beribu,bermiliyar bahkan dari seluruh hamba Allah
dimuka bumi ini menjadi "pioneer of angkasa"
awalnya kadang ku
berfikir dan menayakan pada hati kecilku sendiri apakah aku bisa
melewati dan bertahan atas semua ini,,,merakit sehelai demi sehelai
perjalanan panjang.persahabatan,pertengkaran rasa
bahagia,sedih,jengkel,cemburu,seneng menghiasi perjalanan
kita.Seolah-olah seperti terikat dalam jaring-jaring mimpi dalam anyaman
harapan.
Kami ibaratkan sebuah mutiara yang awalnya masih
keruh,tak berguna,tak diharapkan .Lama kelamaan seiring berjalananya
waktu dengan tempaan,cobaan,paksaan,kebahagian dan harapan mimpi dari
kita membuat kami menjadi sesosok mutiara yang bersinar,karena dengan
ukhwah yang terjalin di antara kami membuat kami terlihat lebih terang
dari bintang,lebih terang dari lentera dalam kegelapan,lebih terang dari
seberkas cahaya dari teka-teki dalam kehidupan.dan dimana kami sudah
merasakan kuatnya jalinan ukhwah dari kami sperti bangunan yang berdiri
kokoh,seperti sebait puisi bermakna yang begitu indah,menjadi setitik
putih dalam kehitaman seluas samudra,,,
tapi,,,
Allah menguji kami kembali dengan sebuah "perpisahan"karna kami yakin Allah memiliki skenario yang lebih indah
dengan
berurainya kita,,Allah menguji bagaimana sebenarnya ukhwah yang kita
dulu jalin bersama apakah tetap nmenjadi sebuah bangunan yang kokoh
apakah tetap menjadi sebuah sebait puisi bermakna,,
Aku berfikir
dalam kesendirian dalam ketenangan Allah menuliskan semua ini dengan
kita tak bersama kembali karna tugas kita di "ihsanul fikri" telah
selesai masih ada amanah dan tugas yang lebih besar yang harus kita
selesaikan di luar sana di bangku perkuliahan dengan kondisi yang
hetrogen dengan kondisi yang kita benar-benar berjuang..
karna
sebelumnya kita telah di tempa menjadi sebuah mutiara yang sekarang
telah berkilau dan di tempat yang baru semoga kita bisa menjadi
bongkahan mutiara yang siap menerangi dan menunjukan cahaya yang
sebenarnya yaitu cahaya dari Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar